PemasanganSaluran Air Secara Benar. Penggambaran cara agar air tandon mengalir deras secara tepat adalah dengan melakukan pemasangan pompa dan motor secara horizontal. Aliran air harus mengikuti instalasi tersebut. Tentu saja jangan memasang pompa dalam kondisi terlentang maupun telungkup. Tetapijika Anda sudah menggantinya atau memiliki rumah baru dengan pipa baru, coba yang jelas dulu. Pastikan katup penutup di dekat meteran air terbuka penuh.Kedengarannya sederhana, tetapi tukang ledeng masih harus mengenakan biaya untuk panggilan servis hanya dengan memutar pegangan katup tekanan air !Kemudian periksa tekanan air .. Selanjutnya, orang mungkin juga bertanya, bagaimana saya CaraMenjinakan Burung Cucak Ijo - Burung cucak ijo adalah salah satu jenis burung yang banyak di pelihara oleh para sahabat kicau mania. Burung ini banyak di minati karena memiliki suara kicauan yang bervariasi. Akan tetapi, banyak sahabat kicau mania yang menanyakan bagaimana cara menjinakan burung ini. Karena burung cucak ijo yang baru di beli [] 4 Menggunakan Pipa Air Tambahan. Cara meningkatkan tekanan air dari toren terakhir adalah dengan menggunakan pipa air tambahan. Apabila memindahkan tandon air bukanlah pilihan bagimu, cara alternatif untuk meningkatkan aliran air adalah dengan memasang pompa tambahan. Namunada cara lain yang lebih sederhana yaitu dengan membuat menara toren air tiang besi. Anda bisa membuat dengan memakai jasa tukang las dan silahkan beri sedikit penjelasan mengenai berapa besar tandon yang anda butuhkan. Anda bisa memilih tiang besi siku dengan ukuran lebar dan tinggi seperti misalnya menara toren air dengan ketinggian 2,5 meter sampai 6 meter dan tentu saja semakin tinggi maka semakin mahal pula harganya. Bukuini adalah bermaksud untuk menggali informasi tentang masjid dijadikan sebagai unit analisis penelitian pada kajian saat ini, dengan alasan sebagai "kontra narasi" yang menyatakan bahwa masjid sudah terpapar radikalisasi. Asumsinya bahwa ada UtrlH. RumahCom – Toren atau tangki air memiliki fungsi untuk menampung air sebelum digunakan untuk rutinitas sehari-hari. Saat ini penggunaan toren air oleh masyarakat sebenarnya bertujuan untuk menghemat daya listrik, khususnya bagi masyarakat yang menggunakan mesin pompa air. Syarat utama toren air adalah memiliki daya tahan bagus seperti tidak mudah pecah, retak, dan tidak mudah berlumut bila terkena sinar matahari. Karena daya tahannya itu pula, toren air jarang, atau bahkan tidak pernah dibersihkan. Toren juga jarang dibersihkan karena kadang diletakkan di tempat yang tinggi dengan tower penyangga, sehingga sulit dijangkau. Padahal, sebenarnya toren air sebaiknya dibersihkan secara berkala minimal 3 – 6 bulan sekali. Sebenarnya, toren air bisa dibersihkan menggunakan jasa pembersih toren, namun apabila Anda hendak membersihkannya sendiri, berikut tips yang bisa Anda lakukan di rumah 1. Cek kembali seluruh aksesoris toren Komponen toren air sendiri terdiri dari toren/rangki, valve atau keran, pipa, pompa, yang terhubung ke toren, fitting inlet dan outlet, serta aksesoris pendukung lainnya. Sebelum Anda, membersihkan toren, sebaiknya cek kembali seluruh aksesoris toren mulai air keran hingga fitting inlet dan outlet. Pasrtikan tidak ada aksesoris yang rusak, baik putus terdapat celah yang menyebabkan kebocoran. Bila Anda menemukan salah satu aksesoris bermasalah, lebih baik diganti dengan yang baru terlebih dahulu. Agar Anda, tidak bekerja dua kali. 2. Bersihkan dalam toren air dengan lap Membersihkan bagian dalam toren air sangat berbede dibandingkan dengan menguras bak mandi atau membersihkan lantai kamar mandi. Jika membersihkan bak dan kamar mandi memerlukan sikat pembersih, lain halnya dengan bagian dalam toren air. Alat pembersih bagian dalam toren air, bisa menggunakan lap berbahan katun atau alat berbahan spons. Sikat sangat riskan merusak dinding toren air. 3. Gunakan lap bertungkai Ukuran toren air yang cukup besar, tentu sangat menyulitkan. Anda mungkin harus masuk ke dalamnya. Cara lainnya, Anda bisa menggunakan lap bertungkai panjang, yang bisa Anda kendalikan dari atas. 4. Lepaskan semua aksesoris Dilansir dari situs penyedia Jasa Cuci Tangki Air, Suryadi menuturkan setelah semua bagian dalam dilap dan lumut yang ada dibersihkan, bilas keseluruhan bagian dalam tangki dengan air bersih. Agar pembersihan toren dapat lebih optimal, sabiknya semua pipa dan aksesoris dilepas. “Bila pipa dan fitting tak memungkinkan untuk dilepas, maka sisa cairan bisa dikeluarkan menggunakan pipa siphon pipa kuras yang dipasang pada saluran kuras drain di bagian dalam toren, dibantu dengan pompa hisap,” tulis Suryadi. 5. Bersihkan bagian luar toren air Terakhir, jangan lupa untuk membersihkan juga bagian luar toren air menggunakan lap. Meskipun bagian dalam toren sudah bersih, bagian luar toren air juga mempengaruhi estetika eksterior rumah. Feature picture Kantri Maharani Penulis adalah Content Writer Untuk berkomunikasi dengan Penulis, Anda bisa mengirim email kekantrimaharani atau twitter jeungkant Konstruksi Blog single post caption 1 Bagaimana cara membuat dak untuk toren air di rumah? Dak merupakan komponen konstruksi yang memiliki banyak fungsi. Salah satunya adalah sebagai alas untuk meletakkan toren air. Biasanya, dak untuk toren air terbuat dari cor beton. Nah, untuk cara pembuatannya, Anda bisa menyimak langkah-langkahnya dalam ulasan berikut ini. Karakteristik dak untuk toren air Konstruksi dak untuk toren air tentu berbeda dengan konstruksi dak untuk keperluan lain. Dak yang difungsikan sebagai alas toren air harus kuat dan kokoh agar mampu menahan toren beserta air di dalamnya. Berikut adalah kriteria dak yang baik untuk toren air di rumah Memiliki permukaan yang rata agar toren air tidak mudah berpindah posisi. Dibuat dengan kemiringan tertentu agar air dapat mengalir. Dibuat dari material berkualitas agar tidak terpengaruh perubahan cuaca. Mudah dibersihkan. Cara membuat dak untuk toren air Setelah mengetahui apa saja kriteria dak yang baik, mari sekarang membahas cara membuat dak untuk toren air di rumah. Langkah pembuatan dak akan dibagi menjadi tiga yaitu persiapan, pencampuran material, dan pengecoran. 1. Persiapan Langkah pertama adalah persiapan. Dalam tahap persiapan, selain menyiapkan material, Anda juga harus menghitung dimensi dak. Hitung jumlah rangka besi yang akan digunakan dalam pembuatan cor beton. Sebaiknya, jumlah rangka tidak terlalu banyak agar struktur beton tidak terlalu berat. Rumus yang paling umum digunakan dalam pembuatan dak untuk toren adalah ketebalan 12 cm untuk lantai dan 8 cm untuk bagian atap. Jangan lupa juga untuk memilih kelas mutu beton. Cor beton yang umum digunakan untuk dak toren air adalah B0 non struktural atau B1 struktural. Dua kelas mutu tersebut memiliki komposisi berbeda. Kelas B0 terdiri dari pasir dan kerikil. Sedangkan B1 adalah campuran dari semen, pasir, dan split. 2. Pencampuran material Jika Anda sudah selesai menghitung dimensi dak dan menyiapkan seluruh material, sekarang waktunya masuk ke tahap pencampuran material. Untuk mencampur material dak, bisa dilakukan dengan cara manual maupun menggunakan mesin. Intinya, hasil pencampuran menghasilkan adukan material yang homogen. Ada pun ciri adukan material yang homogen adalah sebagai berikut Tidak ada butiran material segregasi yang terpisah. Warna adukan material terlihat merata. Konsistensi adukan material pas, tidak terlalu encer dan tidak terlalu kental. Jika adukan material sudah memenuhi kriteria di atas, Anda bisa langsung masuk dalam tahap selanjutnya, yaitu tahap pengecoran. Baca juga 8 Cara Meningkatkan Tekanan Air Dari Toren 3. Pengecoran Langkah terakhir dalam pembuatan dak untuk toren air di rumah adalah pengecoran. Sebelum menggunakan adukan material, pastikan Anda sudah membuat bekisting formwork. Apa itu bekisting? Bekisting merupakan kolom cetakan sementara untuk menahan beton saat dituang dan belum mengering. Selain bekisting, jangan lupa juga untuk melakukan pembesian. Pembesian merupakan pembentukan struktur cor dengan menambahkan kolom maupun pelat. Sebaiknya pengecoran dilakukan dalam waktu satu hari. Saat selesai mengecor, siram beton dengan air sedikit demi sedikit agar beton mengeras dengan baik. Diamkan dak dalam waktu kurang lebih dua minggu agar proses pengerasan berjalan optimal. Jika sudah, lapisi permukaan dak dengan cat tahan air. Nah, itu dia ulasan mengenai cara membuat dak untuk toren air di rumah. Bingung mencari material yang pas untuk membuat dak toren air? Tenang saja, Klopmart menyediakan aneka bahan bangunan berkualitas, termasuk semen SCG untuk pembuatan dak. Harga semen SCG untuk dak toren air bisa dicek di sini. Semoga ulasan tentang cara membuat dak untuk toren air di rumah ini bermanfaat untuk Anda. Atap & Lantai Mana yang Lebih Baik Paving Block vs Cor? Ini Penjelasannya Selengkapnya Cat dan Kimia Apa Itu Wall Cladding? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Harganya Selengkapnya Konstruksi Simak 10 Tips Bangun Rumah Hemat Biaya Selengkapnya News Langkah dan Saran Penempatan Tandon Air Langkah dan Saran Penempatan Tandon Air Penempatan tandon air dirumah memang menjadi keperluan yang penting. Sebagai salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan manusia, air harus selalu tersedia, terutama di musim kemarau. Hanya saja, mempersiapkan suplai air memang tidak mudah. Instalasi tendon penampungan air yang layak harus dilakukan agar air selalu tersedia kapan pun di rumah. Masalahnya, Anda harus mengetahui lokasi penempatan tandon air di rumah yang tepat. Tandon air, yang juga dikenal dengan sebutan toren atau tangki air, merupakan tempat penyimpanan air berkapasitas dari ratusan sampai ribuan liter. Tandon air ialah komponen yang penting bagi kebutuhan rumah tangga. Fungsinya, selain untuk tempat penyimpanan air yang bersih, tangki air juga dapat membantu penghematan listrik serta memperpanjang usia pompa air. Hal lainnya yang perlu diketahui sebelum membeli sebuah tandon air adalah bahwa tempat penyimpanan air ini terdiri atas beragam tipe serta ukuran. Terdapat tandon air yang terbuat dari plastik maupun stainless steel. Ada pula tangki air dengan cara instalasinya dengan ditanam biasanya disebut tangki pendam. Nah, sebelum menentukan jenis tandon air yang mana yang hendak dibeli, Anda perlu mengetahui beberapa tips penempatan tandon air berikut ini. Di mana saja Anda dapat menempatkan tandon air? Tandon air dapat ditempatkan di berbagai lokasi di dalam atau di sekitar rumah, tergantung pada kebutuhan dan ketersediaan ruang yang tersedia. Berikut adalah beberapa tempat umum di mana Anda dapat menempatkan tandon air di rumah 1. Atap Rumah Salah satu tempat yang umum untuk menempatkan tandon air adalah di atas atap rumah. Memasang tandon air di atap rumah juga dapat membantu Anda untuk menampung air hujan ketika musim hujan. Dengan begitu, Anda bisa menampung air yang bisa Anda gunakan ketika musim kemarau tiba. Namun, perhatikan juga kekuatan atap rumah Anda. Jika Anda menggunakan atap beton atau material lainnya yang kuat, Anda bisa menempatkan ukuran tandon yang besar. Namun jika Anda menggunakan material yang relatif tidak bisa menahan beban berat, pilihlah ukuran tandon yang lebih kecil. 2. Halaman Belakang Jika Anda memiliki halaman belakang yang cukup luas, Anda dapat menempatkan tandon air di sana. Ini memungkinkan Anda untuk memiliki akses yang mudah dan memastikan pasokan air yang cukup untuk kebutuhan pertamanan, mencuci mobil, atau kegiatan lain di halaman belakang. Pastikan saja penempatan tandon tidak mengganggu aktivitas keluarga Anda sehari-hari, apalagi jika Anda memutuskan untuk menggunakan lebih dari satu tandon. 3. Ruang Bawah Tanah Bagi rumah dengan ruang bawah tanah, Anda dapat memanfaatkannya dengan menempatkan tandon air di sana. Ini memberikan keuntungan dalam hal penempatan yang terlindungi dari cuaca ekstrem dan memanfaatkan ruang yang mungkin tidak terpakai. 4. Teras atau Balkon Jika Anda memiliki teras atau balkon yang cukup kuat untuk menopang berat tandon air, Anda dapat mempertimbangkan untuk menempatkannya di sana. Ini dapat memberikan keuntungan akses yang mudah dan mengoptimalkan ruang terbuka yang tersedia. 5. Ruang Utilitas Tandon air juga dapat ditempatkan di ruang utilitas atau ruang teknik di dalam rumah. Ini sering terjadi dalam rumah dengan sistem penyediaan air mandiri atau ketika ada kebutuhan tambahan untuk menyimpan air. 6. Area Taman Jika Anda memiliki taman atau lahan yang luas, Anda dapat menempatkan tandon air di area taman. Ini memungkinkan untuk menyimpan air yang dapat digunakan untuk penyiraman tanaman dan kebutuhan lain di taman. Pemilihan lokasi tandon air harus mempertimbangkan aksesibilitas, stabilitas struktural, dan perlindungan dari sinar matahari langsung atau cuaca ekstrem. Selain itu, perhatikan juga regulasi atau persyaratan yang berlaku di daerah Anda terkait dengan penggunaan dan penempatan tandon air. 7. Di Menara Rumah Semisal Anda tidak memiliki ruang yang cukup untuk menaruh tandon air, Anda bisa membangun menara sebagai gantinya. Menara yang dimaksud adalah menara serupa scaffolding yang bisa digunakan untuk menaruh tandon air. Penempatan ini juga bisa membantu rumah Anda mencolok dan mudah ditemukan. Langkah Instalasi Tandon Air di Rumah 1. Tentukan Lokasi Penempatan Tangki Air di Rumah Anda dapat menentukan beberapa tempat penempatan tangki air di rumah yang tepat seperti di sudut pekarangan belakang rumah, di atas dak rumah, di samping rumah maupun di atas balkon rumah. Pilihan teraman ialah di atas sebuah tower besi atau scaffolding yang kokoh dan terjamin mutunya. Lalu Anda juga harus memperhatikan lebar pondasi tempat memasang tangki air. Terkait ukuran, idealnya, lebar pondasi untuk tangki air adalah 30 cm dari lebar tangki air. Hal ini untuk meminimalisir bergesernya tangki yang bisa menyebabkannya jatuh. Pastikan pula tower/scaffolding diletakkan pada lahan datar di mana tidak banyak terdapat bebatuan atau penghalang lainnya. Bila posisi tangki miring, proses pengisian air pun akan terganggu. Baca juga 10 Cara Mengatasi Pipa Paralon yang Tersumbat 2. Pastikan Struktur Rumah Anda Kuat Bila Anda sudah memutuskan tempat memasang tangki air di rumah, jangan lupa untuk memastikan kekuatan struktur rumah Anda, terutama bila Anda memilih untuk meletakkan tandon air di atas dak rumah. Semakin tinggi posisi tangki air, semakin berat pula beban yang akan ditopang konstruksi rumah. Jika muncul retakan pada dak atau tembok bangunan, Anda harus segera memperbaikinya dengan beberapa prosedur seperti injeksi beton. Namun, kenali terlebih dahulu bjtd yang menjadi standar besi beton. 3. Atur Ketinggian Tandon Air dengan Tepat Selain menentukan letak pemasangan tangki air di rumah, ketinggian posisi tandon air tersebut juga harus ditentukan secara tepat. Mengapa demikian? Karena ketinggian instalasi tandon air akan mempengaruhi volume air yang akan dihasilkan. Alhasil, Anda juga harus mengetahui terlebih dahulu kebutuhan air Anda. Berikut adalah Ragam posisi ketinggian tandon air Ketinggian 2-4 meter Instalasi tandon air pada ketinggian 2-4 meter ini menghasilkan tekanan air yang cukup rendah. Volume air yang dihasilkan oleh toren air pada ketinggian ini berkisar di angka tiga sampai lima liter tiap menitnya. Ketinggian 4-6 meter Kebanyakan rumah memasang tangki air pada ketinggian ini. Pemasangan tangki air pada ketinggian ini membuat semburan air yang dihasilkan dari ketinggian ini besar namun tidak terlalu besar untuk memenuhi volume air yang dibutuhkan rumah pada umumnya. Ketinggian di atas 7 meter Pada ketinggian ini, semburan air yang dihasilkan akan sangat tinggi hingga dapat menyalakan penghangat air water heater tanpa memerlukan bantuan pompa air. 4. Siapkan Alas Tandon Air yang Datar Masih dalam pembahasan penempatan toren air di rumah, siapkan pula alas tandon air. Pastikan alas tandon air yang akan digunakan datar serta bersih. Periksa setiap bagian alas dengan saksama untuk mencegah adanya kerikil kecil yang dapat mengganjal tandon. Perlu diingat, setiap volume liter air menghasilkan beban sekitar 1 ton. Jaga jangan sampai beban seberat itu mengubah penopang tandon air atau konstruksi rumah Anda. Baca Juga Bak Penampungan Air Bocor, Ini Tips Memperbaikinya! Alat-Alat Penunjang Tangki Air Selain tangki air, Anda membutuhkan beberapa peralatan lain untuk memastikan tangki air Anda berjalan dengan baik. Berikut adalah beberapa peralatan yang Anda butuhkan Pipa Ventilasi Pipa ventilasi dapat membantu melancarkan sirkulasi udara. Selain itu, pipa ventilasi juga dapat berfungsi untuk mengatur tekanan udara di dalam tangki air. Baca Juga Sistem Plumbing Jenis, Fungsi dan Metode Pemasangan Water Control Alat satu ini dapat membantu Anda menghemat penggunaan air Anda. Dengan water control, Anda dapat mengatur ketinggian air yang berada di dalam tangki air Anda. Dengan demikian, Anda dapat mengatur jumlah air sesuai dengan yang dibutuhkan secara otomatis. Langkah Memasang Pompa Air Setelah berhasil memasang tangki air, langkah selanjutnya adalah untuk memasang pompa air. Berikut adalah langkah-langkah memasang pompa air yang dapat Anda coba Pilihlah pompa air sesuai kebutuhan. Letakkan pompa air pada tempat yang mudah dijangkau dan diperiksa. Hal ini dapat memudahkan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala. Sebisa mungkin, posisikan pompa air dekat dengan sumber air. Jika memungkinkan, jangan memasang pompa air berdekatan dengan tangki air. Pastikan untuk mengikat kuat pompa air pada dudukan. Hal ini untuk meminimalisir efek guncangan yang akan diterima oleh pompa. Sebisa mungkin, kurangi jumlah lekukan pada instalasi pipa. Gunakan saringan air untuk menyaring kotoran pada air. Baca Juga Ketahui Cara Instalasi Pipa Air yang Benar Itulah dia langkah penempatan tandon air di rumah yang dapat Anda coba. Penempatan toren air dapat didukung dengan sebuah scaffolding. Untuk mendapatkannya, Anda dapat menghubungi Indosteger yang membuat, menjual, serta menyewakan scaffolding guna memenuhi keperluan konstruksi rumah atau bangunan lainnya. Untuk pilihan produk, Anda dapat memilih scaffolding pipa Galvanis yang berkualitas dan tahan lama. Tersedia pula beragam aksesoris kerangka scaffolding serta perangkat penopang pipa scaffolding. Kunjungi situs web Indosteger untuk informasi lebih lanjut untuk sewa scaffolding dan jual scaffolding. Baca juga Cara Menghitung Kebutuhan Scaffolding Agar Jumlahnya Tepat Recent Articles Penempatan tandon air dirumah memang menjadi keperluan yang penting. Sebagai salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan manusia, air harus selalu tersedia, terutama di musim kemarau. Hanya saja, mempersiapkan suplai air memang tidak mudah. Instalasi tendon penampungan air yang layak harus dilakukan agar air selalu tersedia kapan pun di rumah. Masalahnya, Anda harus mengetahui lokasi penempatan tandon air di rumah yang tepat. Tandon air, yang juga dikenal dengan sebutan toren atau tangki air, merupakan tempat penyimpanan air berkapasitas dari ratusan sampai ribuan liter. Tandon air ialah komponen yang penting bagi kebutuhan rumah tangga. Fungsinya, selain untuk tempat penyimpanan air yang bersih, tangki air juga dapat membantu penghematan listrik serta memperpanjang usia pompa air. Hal lainnya yang perlu diketahui sebelum membeli sebuah tandon air adalah bahwa tempat penyimpanan air ini terdiri atas beragam tipe serta ukuran. Terdapat tandon air yang terbuat dari plastik maupun stainless steel. Ada pula tangki air dengan cara instalasinya dengan ditanam biasanya disebut tangki pendam. Nah, sebelum menentukan jenis tandon air yang mana yang hendak dibeli, Anda perlu mengetahui beberapa tips penempatan tandon air berikut ini. Di mana saja Anda dapat menempatkan tandon air? Tandon air dapat ditempatkan di berbagai lokasi di dalam atau di sekitar rumah, tergantung pada kebutuhan dan ketersediaan ruang yang tersedia. Berikut adalah beberapa tempat umum di mana Anda dapat menempatkan tandon air di rumah 1. Atap Rumah Salah satu tempat yang umum untuk menempatkan tandon air adalah di atas atap rumah. Memasang tandon air di atap rumah juga dapat membantu Anda untuk menampung air hujan ketika musim hujan. Dengan begitu, Anda bisa menampung air yang bisa Anda gunakan ketika musim kemarau tiba. Namun, perhatikan juga kekuatan atap rumah Anda. Jika Anda menggunakan atap beton atau material lainnya yang kuat, Anda bisa menempatkan ukuran tandon yang besar. Namun jika Anda menggunakan material yang relatif tidak bisa menahan beban berat, pilihlah ukuran tandon yang lebih kecil. 2. Halaman Belakang Jika Anda memiliki halaman belakang yang cukup luas, Anda dapat menempatkan tandon air di sana. Ini memungkinkan Anda untuk memiliki akses yang mudah dan memastikan pasokan air yang cukup untuk kebutuhan pertamanan, mencuci mobil, atau kegiatan lain di halaman belakang. Pastikan saja penempatan tandon tidak mengganggu aktivitas keluarga Anda sehari-hari, apalagi jika Anda memutuskan untuk menggunakan lebih dari satu tandon. 3. Ruang Bawah Tanah Bagi rumah dengan ruang bawah tanah, Anda dapat memanfaatkannya dengan menempatkan tandon air di sana. Ini memberikan keuntungan dalam hal penempatan yang terlindungi dari cuaca ekstrem dan memanfaatkan ruang yang mungkin tidak terpakai. 4. Teras atau Balkon Jika Anda memiliki teras atau balkon yang cukup kuat untuk menopang berat tandon air, Anda dapat mempertimbangkan untuk menempatkannya di sana. Ini dapat memberikan keuntungan akses yang mudah dan mengoptimalkan ruang terbuka yang tersedia. 5. Ruang Utilitas Tandon air juga dapat ditempatkan di ruang utilitas atau ruang teknik di dalam rumah. Ini sering terjadi dalam rumah dengan sistem penyediaan air mandiri atau ketika ada kebutuhan tambahan untuk menyimpan air. 6. Area Taman Jika Anda memiliki taman atau lahan yang luas, Anda dapat menempatkan tandon air di area taman. Ini memungkinkan untuk menyimpan air yang dapat digunakan untuk penyiraman tanaman dan kebutuhan lain di taman. Pemilihan lokasi tandon air harus mempertimbangkan aksesibilitas, stabilitas struktural, dan perlindungan dari sinar matahari langsung atau cuaca ekstrem. Selain itu, perhatikan juga regulasi atau persyaratan yang berlaku di daerah Anda terkait dengan penggunaan dan penempatan tandon air. 7. Di Menara Rumah Semisal Anda tidak memiliki ruang yang cukup untuk menaruh tandon air, Anda bisa membangun menara sebagai gantinya. Menara yang dimaksud adalah menara serupa scaffolding yang bisa digunakan untuk menaruh tandon air. Penempatan ini juga bisa membantu rumah Anda mencolok dan mudah ditemukan. Langkah Instalasi Tandon Air di Rumah 1. Tentukan Lokasi Penempatan Tangki Air di Rumah Anda dapat menentukan beberapa tempat penempatan tangki air di rumah yang tepat seperti di sudut pekarangan belakang rumah, di atas dak rumah, di samping rumah maupun di atas balkon rumah. Pilihan teraman ialah di atas sebuah tower besi atau scaffolding yang kokoh dan terjamin mutunya. Lalu Anda juga harus memperhatikan lebar pondasi tempat memasang tangki air. Terkait ukuran, idealnya, lebar pondasi untuk tangki air adalah 30 cm dari lebar tangki air. Hal ini untuk meminimalisir bergesernya tangki yang bisa menyebabkannya jatuh. Pastikan pula tower/scaffolding diletakkan pada lahan datar di mana tidak banyak terdapat bebatuan atau penghalang lainnya. Bila posisi tangki miring, proses pengisian air pun akan terganggu. Baca juga 10 Cara Mengatasi Pipa Paralon yang Tersumbat 2. Pastikan Struktur Rumah Anda Kuat Bila Anda sudah memutuskan tempat memasang tangki air di rumah, jangan lupa untuk memastikan kekuatan struktur rumah Anda, terutama bila Anda memilih untuk meletakkan tandon air di atas dak rumah. Semakin tinggi posisi tangki air, semakin berat pula beban yang akan ditopang konstruksi rumah. Jika muncul retakan pada dak atau tembok bangunan, Anda harus segera memperbaikinya dengan beberapa prosedur seperti injeksi beton. Namun, kenali terlebih dahulu bjtd yang menjadi standar besi beton. 3. Atur Ketinggian Tandon Air dengan Tepat Selain menentukan letak pemasangan tangki air di rumah, ketinggian posisi tandon air tersebut juga harus ditentukan secara tepat. Mengapa demikian? Karena ketinggian instalasi tandon air akan mempengaruhi volume air yang akan dihasilkan. Alhasil, Anda juga harus mengetahui terlebih dahulu kebutuhan air Anda. Berikut adalah Ragam posisi ketinggian tandon air Ketinggian 2-4 meter Instalasi tandon air pada ketinggian 2-4 meter ini menghasilkan tekanan air yang cukup rendah. Volume air yang dihasilkan oleh toren air pada ketinggian ini berkisar di angka tiga sampai lima liter tiap menitnya. Ketinggian 4-6 meter Kebanyakan rumah memasang tangki air pada ketinggian ini. Pemasangan tangki air pada ketinggian ini membuat semburan air yang dihasilkan dari ketinggian ini besar namun tidak terlalu besar untuk memenuhi volume air yang dibutuhkan rumah pada umumnya. Ketinggian di atas 7 meter Pada ketinggian ini, semburan air yang dihasilkan akan sangat tinggi hingga dapat menyalakan penghangat air water heater tanpa memerlukan bantuan pompa air. 4. Siapkan Alas Tandon Air yang Datar Masih dalam pembahasan penempatan toren air di rumah, siapkan pula alas tandon air. Pastikan alas tandon air yang akan digunakan datar serta bersih. Periksa setiap bagian alas dengan saksama untuk mencegah adanya kerikil kecil yang dapat mengganjal tandon. Perlu diingat, setiap volume liter air menghasilkan beban sekitar 1 ton. Jaga jangan sampai beban seberat itu mengubah penopang tandon air atau konstruksi rumah Anda. Baca Juga Bak Penampungan Air Bocor, Ini Tips Memperbaikinya! Alat-Alat Penunjang Tangki Air Selain tangki air, Anda membutuhkan beberapa peralatan lain untuk memastikan tangki air Anda berjalan dengan baik. Berikut adalah beberapa peralatan yang Anda butuhkan Pipa Ventilasi Pipa ventilasi dapat membantu melancarkan sirkulasi udara. Selain itu, pipa ventilasi juga dapat berfungsi untuk mengatur tekanan udara di dalam tangki air. Baca Juga Sistem Plumbing Jenis, Fungsi dan Metode Pemasangan Water Control Alat satu ini dapat membantu Anda menghemat penggunaan air Anda. Dengan water control, Anda dapat mengatur ketinggian air yang berada di dalam tangki air Anda. Dengan demikian, Anda dapat mengatur jumlah air sesuai dengan yang dibutuhkan secara otomatis. Langkah Memasang Pompa Air Setelah berhasil memasang tangki air, langkah selanjutnya adalah untuk memasang pompa air. Berikut adalah langkah-langkah memasang pompa air yang dapat Anda coba Pilihlah pompa air sesuai kebutuhan. Letakkan pompa air pada tempat yang mudah dijangkau dan diperiksa. Hal ini dapat memudahkan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala. Sebisa mungkin, posisikan pompa air dekat dengan sumber air. Jika memungkinkan, jangan memasang pompa air berdekatan dengan tangki air. Pastikan untuk mengikat kuat pompa air pada dudukan. Hal ini untuk meminimalisir efek guncangan yang akan diterima oleh pompa. Sebisa mungkin, kurangi jumlah lekukan pada instalasi pipa. Gunakan saringan air untuk menyaring kotoran pada air. Baca Juga Ketahui Cara Instalasi Pipa Air yang Benar Itulah dia langkah penempatan tandon air di rumah yang dapat Anda coba. Penempatan toren air dapat didukung dengan sebuah scaffolding. Untuk mendapatkannya, Anda dapat menghubungi Indosteger yang membuat, menjual, serta menyewakan scaffolding guna memenuhi keperluan konstruksi rumah atau bangunan lainnya. Untuk pilihan produk, Anda dapat memilih scaffolding pipa Galvanis yang berkualitas dan tahan lama. Tersedia pula beragam aksesoris kerangka scaffolding serta perangkat penopang pipa scaffolding. Kunjungi situs web Indosteger untuk informasi lebih lanjut untuk sewa scaffolding dan jual scaffolding. Baca juga Cara Menghitung Kebutuhan Scaffolding Agar Jumlahnya Tepat !->