Namun kemasan jenis ini ternyata bisa juga untuk makanan ringan. Misalnya, ayam pok-pok, pastel kering, lumpia, kentang goreng, dan lain-lain. 3. Paper Bowl. uprint.com. Seperti namanya, kemasan jenis ini memiliki bentuk menyerupai mangkuk yang terbuat dari kertas sehingga lebih praktis dan aman bagi lingkungan.
Nah Saya telah merangkum 10 olahan kentang sederhana yang dijamin bakal mengenyangkan dan membuat harimu makin menyenangkan. Kalian juga harus baca jualan makanan yang laku di kampus. Cara Membuat Makanan Ringan Dari Kentang 1. Baked Garlic Parmesan Potato Wedges. Cara membuat baked garlic parmesab potato wedges ini sangat
Plastikkemasan memiliki tampilan yang lebih variatif dan menarik agar lebih banyak konsumen yang membeli produk tersebut. Itulah mengapa setiap perusahaan memiliki keunikan tersendiri dalam membuat kemasan untuk produk yang dijualnya. Plastik kemasan juga memiliki variasi lain dalam hal ukuran dan ketebalan sehingga Anda bisa memilih variasi
AlasanPlastik Kemasan Makanan Ringan Membuat Produk Kamu Menarik Plastik Kemasan Makanan Ringan itu menarik untuk membuat produk. Sebab produk makanan ringan juga memerlukan jenis plastik yang tepat. Berikut jenis plastik yang cocok digunakan untuk kemasan makanan ringan. Plastik Kemasan PET Pernahkan kamu melihat
T. Susetyarsi, "Kemasan Produk Ditinjau Dari bahan Kemasan, Bentuk Kemasan Dan Pelabelan Pada Kemasan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Pada Produk Minuman Mizone Di Kota Semarang," vol. 1
Bagusnya kemasan ini bisa tersedia dalam berbagai warna. Contoh Kemasan: Pengertian, Fungsi, Manfaat dan Jenis ā Tambah Pinter. ā Desain Kemasan Produk: Download Template, Cara Membuat, Tips. Ada beberapa warna yang sering digunakan seperti hitam, gold, merah dan putih. Tutorial Membuat Desain Kemasan Snack/Makanan Ringan Dengan CorelDraw.
Kemasan sachet pasti sudah cukup familier buat kamu. Untuk para produsen, jenis kemasan ini akan sangat membantu pengemasan produk-produk berukuran kecil. Bentuk kemasan ini biasanya mini, gampang masuk kantong, dan lebih murah. Meski zaman sekarang kemasan standing pouch memang lebih populer, bukan berarti kebutuhan akan sachet menurun
Kemasanplastik merupakan kemasan yang banyak dipilih para pelaku usaha. Plastik Kemasan memainkan peranan penting untuk meningkatkan nilai jual sebuah produk.
4 Kemasan Take away kantong Plastik Sablon. Jasa cetak kemasan makanan ini bisa membuat kemasan plastik yang dapat membranding logo anda. Produk anda akan jauh lebih ekslusif di mata konsumen. Untuk kemasan take away kantong plastik ini cocok tidak hanya untuk makanan saja. Kemasan kantong plastik sangat ekonomis dan sangat ringkas.
Kemasan tidak bersifat toksik dan beresidu terhadap makanan. Kemasan sanggup menjaga bentuk, rasa, kehigienisan, dan gizi bahan pangan. Secara umum, kemasan plastik harus aman untuk konsumen. Oleh sebab itu, bahan plastik yang sebaiknya produsen gunakan untuk kemasan antara lain PET, HDPE, LDPE, dan PP.
ZCTd0wv. Cara mengemas makanan dengan plastik. Beragam plastik kemasan makanan ringan kekinian kini mulai menjamur dan mudah kita temui. Baik itu di minimarket, supermarket, bahkan hingga marketplace. Persaingan bisnis makanan ringan yang kian menderas membuat para pengusaha berlomba-lomba menarik perhatian konsumen lewat banyak cara. Salah satunya ya mempercantik kemasan produk. Pada dasarnya, kemasan memang memiliki fungsi utama untuk melindungi produk makanan. Namun, makin ke sini peran packaging sudah mulai melebar hingga menyentuh ranah branding produk. Alhasil, kemasan menjadi kunci pertama sekaligus utama dalam menarik perhatian konsumen. Kali ini kita akan sama-sama belajar mengulik tentang kemasan untuk snack. Mulai dari bahan plastik kemasan yang baik, fungsi desain kemasan, model kemasan yang menarik, tips memilih kemasan, hingga pengaruh kemasan terhadap penjualan snack. Bahan Plastik Kemasan Menemukan bahan plastik yang tepat untuk mengemas produk makanan ringan memang cukup rumit. Pasalnya, setiap produk snack pasti memiliki tingkat keunikan dan sensitivitasnya tersendiri terhadap banyak hal yang memengaruhi penurunan kualitasnya. Jika jenisnya kering, produsen dapat menggunakan kemasan standing pouch economy OPP yang bisa membuat produk stand-out dan terlihat semakin menarik. Kemasan ini cocok untuk produk snack kering yang memiliki harga jual ekonomis. Namun, jika snack cenderung memiliki kadar minyak yang cukup banyak, penggunaan kemasan standing pouch nylon dapat memberikan proteksi maksimal. Bahan nylon tidak menyerap minyak dan air sehingga sangat ampuh dalam melindungi produk yang berminyak ataupun berair. Dari sini kita paham bahwa pemilihan bahan kemas sangat berpengaruh pada kualitas produk dalam jangka panjang. Jadi, pastikan bahan pengemas sudah betul-betul sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik produk terlebih dahulu. Fungsi Desain Cara Mengemas Makanan Dengan Plastik Sebelum sampai ke pembahasan desain packaging makanan ringan, kita harus paham dulu nih fungsi dari kemasan itu sendiri. Hanya dengan sungguh-sungguh mengerti peran packaging, kamu dapat membuat inovasi desain kemasan baru yang lebih menarik dan pastinya tetap aman. 1. Menjaga Kualitas Produk Tanpa packaging yang baik dan tepat, mustahil sebuah produk snack dapat bertahan lama hingga ke tangan konsumen. Kemasan membantu produk memiliki rasa, warna, dan tekstur yang sesuai standar seperti saat proses produksi. Mana ada sih konsumen mau menerima produk snack yang sudah basi sebelum waktunya? 2. Sarana Komunikasi dengan Konsumen Packaging menjadi jembatan komunikasi secara tidak langsung antara produsen dan konsumen. Oleh sebab itu, penting sekali bagi produsen untuk mencantumkan semua info produk pada makanan sejujur-jujurnya. Mulai dari jenis makanan, varian rasa, komposisi, nilai gizi, hingga tanggal kedaluwarsa. 3. Simbol Estetika Kemasan juga menjadi simbol estetika bagi produk itu sendiri. Citra apa yang hendak produsen tonjolkan ke konsumen tercermin lewat kemasan. Produk makanan dengan desain kemasan unik biasanya lebih mudah menarik perhatian konsumen. 4. Membantu Meningkatkan Penjualan Pada akhirnya, kemasan makanan yang disiapkan dengan baik dan tepat akan membantu meningkatkan penjualan. Apalagi jika visual kemasan yang menarik selaras dengan kualitas dari isi makanan itu sendiri. Loyalitas konsumen dalam berbelanja produk tersebut juga akan ikut baik. 3 Teknik Pengemasan Agar Makanan Lebih Tahan Lama 1. Pengemasan dengan menggunakan Kemasan Aluminium Foil Bau tengik pada makanan ringan umumnya disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini muncul ketika ada udara atau uap air yang masuk pada kemasan. Biasanya udara atau uap air masuk melalui plastik kemasan makanan yang transparan atau ketika proses memasukan produk dan bagian seal penutupnya kurang rapat. Pemilihan kemasan aluminium foil ini bisa menjadi salah satu cara untuk meminimalisir masuknya udara atau bakteri kedalam kemasan makanan. Karena kemasan aluminium foil merupakan salah satu material yang tidak bisa ditembus matahari. Sehingga resiko adanya uap air maupun udara sangat kecil, dan bakteri pun tidak bisa berkembang pada kemasan tersebut. Hal ini memungkinkan makanan menjadi lebih tahan lama. 2. Pengemasan dengan menggunakan Kemasan Vacuum Bag atau Plastik Vakum Berbeda dengan jenis kemasan plastik biasanya, vacuum bag ini didesain khusus untuk membungkus atau mengemas berbagai produk makanan sehingga makanan bisa bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Metode pengemasan hampa udara yang dilakukan pada saat proses vacuum bag packing akan memperkecil kerusakan komposisi gizi dan kontaminasi bakteri yang sangat merugikan. 3. Pengemasan dengan menggunakan Metode Nitrogen Flushing Salah satu cara untuk membuat makanan tetap bertahan lama adalah dengan mengeluarkan oksigen dari wadah, dan menggantinya dengan nitrogen. Proses inilah yang dinamakan nitrogen flushing. Penggantian oksigen dengan nitrogen bertujuan untuk menghindari oksidasi yang menyebabkan makanan cepat rusak dan basi. Tidak semua makanan dikemas dengan pengemasan vakum. Jenis makanan yang rentan hancur atau rusak, seperti keripik membutuhkan perlindungan selama makanan didistribusikan kepada para konsumen. Untuk jenis makanan seperti ini dibutuhkan nitrogen flushing. Anda bisa mengamati bungkusnya yang menggelembung, dan ketika dibuka akan ada udara nitrogen di dalamnya. Cara penerapan nitrogen flussing pada kemasan makanan adalah dengan menggunakan mesin yang memberi tekanan nitrogen di dalam wadah sehingga oksigen tergantikan seluruhnya oleh nitrogen. Kemudian, wadah disegel dengan cepat dan rapat. Tips Memilih Plastik Kemasan Makanan Ringan Selanjutnya, kita pelajari dulu ya beberapa langkah dan tips dalam menentukan plastik kemasan makanan ringan. Ingat, pemilihan kemasan sangat bergantung pada karakter dan daya simpan produk. Tentukan Jenis Kemasan Secara proteksi, plastik bening memang sudah baik melindungi makanan ringan. Namun, hal ini tidak cukup buat mendongkrak penjualan. Pasalnya, kemasan plastik bening jelas kurang eye catching di mata konsumen. Oleh sebab itu, sangat penting sekali untuk memikirkan alternatif kemasan plastik lain yang lebih menarik. Pilih Bentuk Kemasan Selanjutnya, langkah tak kalah penting adalah memilih bentuk kemasan. Dua produk snack dengan jenis, varian, dan netto yang sama dapat berdampak berbeda untuk konsumen. Andai pengemasan snack pertama biasa-biasa saja, konsumen dapat dengan mudah mengalihkan minat ke snack kedua yang lebih menarik. Pilihan bentuk kemasan untuk makanan ringan juga beragam. Mulai dari sachet, standing pouch, side gusset pouch, dan lain-lain. Sesuaikan bentuk kemasan dengan karakteristik produk serta target market. Zaman sekarang pilihan kemasan standing pouch jauh lebih ampuh memikat hati pembeli. Bahan Kemasan Sesuai Segmen Pemilihan bahan plastik untuk kemasan harus menjadi perhatian berikutnya. Andai produk makanan ringan hanya dijual di pasar, mungkin kemasan plastik biasa sudah cukup. Tapi, bahan itu tidak akan mampu bersaing dengan produk sejenis jika pemasarannya lewat minimarket atau marketplace. Kemasan kekinian mulai banyak memakai bahan seperti metalize atau nylon. Bukan hanya itu, visual kemasan juga dibuat full color agar lebih mudah bersaing dengan kompetitor lebih besar. Jadi, perhatikan segmen pasar saat hendak menyiapkan bahan kemasan buat makanan ringan ya. Kenapa Plastik Kemasan Bisa Mendongkrak Penjualan? Lalu, apa pengaruh penggunaan plastik kemasan makanan ringan untuk penjualan produk itu sendiri? Berikut beberapa alasan yang dapat kita cerna Pendekatan Gaya Hidup dan Minat Di zaman sekarang, kebutuhan akan gaya hidup konsumen cukup tinggi. Produsen harus cermat pada gaya hidup para target market produk snack tersebut. Misalnya, kebiasaan apa sih yang biasanya mereka sukai dan peluang apa yang dapat produk isi dari kebutuhan mereka itu. Contoh mudahnya, anak-anak kekinian paling suka berbagi hal-hal yang mereka anggap unik di media sosial. Pada titik inilah kemasan produk dapat mengambil peran. Makin menarik kemasan snack, makin besar pula kemungkinan promo melalui konsumen lewat media sosial. Pendekatan Personal Alasan kedua ini berhubungan erat dengan branding produk. Konsumen yang sudah loyal duluan akan lebih mudah terikat pada merek snack tertentu yang dia anggap memberikan value ke dirinya. Misalnya, snack di masa generasi 90-an hingga sekarang masih tetap eksis dan disukai konsumen, mulai anak-anak hingga dewasa. Makanaan-makanan ringan zaman dulu tidak hanya bertahan hanya karena loyalitas konsumen. Pembaharuan pada kemasan senantiasa dilakukan dengan tujuan agar makin dekat dengan pembeli baru. Hasilnya, citra produk pun kian meningkat dan mampu menyasar lebih banyak konsumen dari usia beragam. Sebagai Alat Pemasaran Terakhir, plastik kemasan yang kekinian tentu saja otomatis dapat menjadi alat pemasaran yang efeketif. Produk akan lebih mudah bersaing dengan kompetitor. Bahkan, tampilan makanan ringan saat berada di rak pun dapat langsung menyedot atensi konsumen. Jadi, tidak ada salahnya memberikan energi lebih banyak untuk menyiapkan plastik kemasan snack sebaik mungkin. Apalagi jika tujuannya dapat berupa hal positif hingga jangka panjang. Pemasaran kian bagus, keberhasilan hasil penjualan pun akan mengikuti. Cara mengemas makanan dengan plastik. Beragam plastik kemasan makanan ringan kekinian kini mulai menjamur dan mudah kita temui. Baik itu di minimarket, supermarket, bahkan hingga marketplace Demikianlah artikel tentang cara mengemas makanan dengan plastik yang dapat dipraktekan di rumah menggunakan cara yang telah diulas diatas. Anda dapat menggunakan vacuum sealer untuk menghilangkan oksigen pada kemasan makanan agar lebih awet. Selamat mencoba dirumah dan semoga berhasil.
Bagi Anda yang menjalankan bisnis makanan ringan atau akan berbisnis makanan ringan, memahami jenis plastik kemasan yang cocok untuk makanan ringan sangat diperlukan. Jenis plastik untuk usaha makanan ringan sangat banyak jenisnya. Dengan mencari tahu yang paling sesuai, tentu saja nantinya usaha makanan ringan Anda akan jadi lebih safety sampai di tangan konsumen. Produk Anda juga akan terlindungi dengan sempurna. Informasi selengkapnya tentang jenisnya bisa Anda simak dalam uraian berikut! Jenis Plastik Kemasan yang Cocok Untuk Makanan RinganPlastik kemasan aluminium foilPlastik kemasan mettalizeHigh density polyethylene HDPELow density polyethylene LDPEPolipropilen PPPoli etilen tereftalat PET Polivinil klorida PVC Plastik kemasan aluminium foil Aluminium foil merupakan sebuah kemasan yang dibuat memanfaatkan bahan dasar sesuai namanya. Kemasan ini menjadi sebuah kemasan yang banyak dipakai untuk produk yang cara penyimpanannya harus terlindung dari sinar matahari. Produk yang mudah menggumpal pun perlu dikemas dengan kemasan aluminium foil. Seringkali kemasan ini dipakai pengemasan untuk produk seperti bumbu ā bumbu, jamu, produk kopi, produk serbuk minuman kecantikan seperti collagen yang sekarang ini banyak terjual dan masih banyak lagi. Bahkan banyak produk makanan ringan seperti keripik, makaroni, seblak kering yang dikemas dengan menggunakan kemasan ini. Isi dari kandungan dan tingkat kebersihan dari suatu produk pun akan terjaga jika dikemas dengan produk ini. BACA JUGA Peluang Usaha Makanan Yang Bisa Dititipkan Di Warung Cara Membuat Nama Unik Untuk Usaha Makanan Yang Menjual Plastik kemasan mettalize Kemasan metallize memiliki warna dasar mengkilat dan kemasan ini hampir serupa dengan kemasan yang kita bahas sebelumnya yaitu aluminium foil. Pelaku usaha seringkali tidak sadar bahwa kemasan ini padahal konstruksi kemasannya sangat berbeda dengan aluminium foil. Kemasan jenis ini memang bagus, akan tetapi tidak bisa memberikan perlindungan produk makanan dari cahaya matahari 100%. Kemasan ini hanya mampu memberikan batasan atas cahaya masuk ke dalam sehingga kualitas produk tidak akan berkurang karena cahaya langsung. Kemasan metalized juga memiliki harga cukup murah terlebih jika dibandingkan dengan aluminium foil, akan tetapi kualitasnya pun masih berada di bawah aluminium foil. Sehingga tak jarang sering memiliki kemasan ini sebagai alternatif kemasan pengganti aluminium foil. High density polyethylene HDPE Jenis plastik kemasan ini cukup banyak digunakan untuk produk makanan ringan dengan kemasan besar atau untuk produk makanan berupa frozen food. High density polyethylene atau HDPE merupakan jenis plastik untuk kemasan yang sangat aman dengan ciri ā ciri berikut ini Bahan lebih kuat Warna buram Tahan lama Cukup tahan dengan suhu tinggi Plastik HDPE biasanya dipakai sebagai bahan baku dalam pembuatan toples plastik dan Tupperware. Tak perlu khawatir dengan kualitasnya karena bahkan sudah terbukti tahan dalam mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik dengan bahan HDPE dan produk makanan yang ada di dalamnya. Hanya saja yang disayangkan, jenis kemasan ini sangat tidak efektif dengan trend jual beli saat ini yang cenderung dijual secara online. Terlebih untuk makanan ringan yang bahkan sudah bisa dikemas dengan aluminium foil atau plastik biasa saja. Dengan kemasan ini biasanya akan menambah biaya ongkir karena kemasan yang lebih tebal dan lebih berat dibandingkan jenis kemasan yang kita sudah bahas sebelumnya. BACA JUGA Peluang Bisnis Makanan Yang Modalnya Cepat Kembali Ide Bisnis Makanan Yang Paling Menguntungkan Saat Ini! Low density polyethylene LDPE LDPE bersifat kuat, kedap air, fleksibel dan permukaannya mengandung lilin. Jenis plastik kemasan yang cocok untuk makanan ringan ini biasanya dipakai sebagai pembungkus makanan ringan dan makanan siap santap secara langsung. Biasanya plastik ini sering dipakai untuk mengukus sehingga produk frozen food banyak yang menggunakan jenis plastik yang satu ini. Polipropilen PP Plastik kemasan ini keras namun fleksibel, memiliki permukaan berlilis dan tidak jernih namun tembus cahaya. Kemasan ini juga tahan terhadap panas dan bahan kimia atau minyak. Makanan ringan seperti biscuit, chips dan sereal banyak menggunakan plastik kemasan ini. Bahkan dipakai untuk kemasan makanan berat pun cukup tahan dan kelebihannya lagi tahan jika dipanaskan dengan menggunakan microwave. Poli etilen tereftalat PET Sifat bahan plastik PET kuat, jernih, kedap gas dan air. Dalam menggunakan kemasan plastik ini sebaiknya tidak dipanaskan di suhu lebih dari 60 derajad celcius. Kemudian untuk pemakaian hanya bisa digunakan satu kali saja. Selain makanan ringan basah yang bisa dikemas dengan PET, banyak perusahaan selai dan sambal mengemas produk mereka dengan kemasan jenis ini. Polivinil klorida PVC PVC terbagi ke dalam dua jenis. Jenis pertama bersikap kaku atau semi kaku. PVC ini memiliki konstruksi plastik yang keras, jernih, kuat dan bentuknya dapat diubah dengan larutan sebagai contoh botol untuk jus, botol air mineral, dan sebagainya. Jenis kedua adalah PVC lunak yang sifatnya dapat dikeruhkan dan jernih. Sebagai contoh pada pembungkus makanan. Namun jenis PVC yang kedua ini digunakan untuk makanan yang berminyak atau berlemak atau juga mengandung alkohol utamanya dalam kondisi panas. Itulah berbagai jenis plastik kemasan yang cocok untuk makanan ringan. Anda bisa memilih salah satu jenis plastik di atas dan sesuaikan dengan kebutuhan Anda dalam pengemasan produk. BACA JUGA Pentingnya Membuat Bisnis Plan Makanan Bagi Pelaku Usaha Peluang Bisnis Makanan Online Rumahan Omzet Jutaan Rupiah 5 Jenis Bisnis Makanan Online Yang Laris Diburu Konsumen Unsur Utama Dari Contoh Proposal Bisnis Makanan Yang Baik KLIK DONASI SEKARANG Jika bermanfaat, berikan donasi kepada penulis untuk biaya kelola . Terima kasih
Selama bertahun-tahun, istilah ājunk foodā telah digunakan untuk menyebut makanan yang dianggap tidak baik untuk kita, dan tidak bergizi. Namun, junk food dapat berarti hal yang berbeda bagi setiap orang. Pedoman diet resmi telah menggunakan istilah yang lebih enak seperti ādiscretionary foods makanan tambahanā, āsometimes foods makanan kadang kalaā dan āhigh sugar, salt and fat foods makanan tinggi lemak, garam dan gulaā. Namun label-label ini tidak selalu membuat tugas mengidentifikasi makanan bergizi menjadi lebih mudah. Lagi pula, banyak buah-buahan segar yang tinggi gula dan beberapa salad sayuran rendah nutrisi - tapi itu tidak membuat mereka tidak sehat. Dan produk makanan seperti minuman ringan dengan tanpa tambahan gula dan muesli batangan yang diperkaya dengan zat tambahan nutrisi belum tentu sehat. Pada 2009, para ahli mengusulkan menggunakan tingkat dan tujuan pengolahan makanan industri sebagai indikator utama masalah gizi. Teori ini mengakui bahwa beberapa pengolahan makanan membantu membuat makanan menjadi lebih nyaman, lebih aman, dan lebih enak. Namun, teori ini juga menominasikan satu kelas makanan - yang disebut āmakanan ultra-prosesāmakanan yang melewati banyak pengolahan di pabrik sebelum dimakanā - sebagai makanan yang tidak sehat, berdasarkan lebih dari sekadar kandungan garam, lemak, dan gula. Sejumlah besar bukti sekarang menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses dikaitkan dengan kesehatan manusia yang lebih buruk termasuk tingkat penyakit jantung, diabetes, dan obesitas dan kesehatan planet polusi plastik, penggunaan energi dan lahan yang berlebihan, hilangnya keanekaragaman hayati. Namun, bagaimana kita dapat mengenali makanan-makanan tersebut saat kita sedang merencanakan apa yang akan kita akan beli atau makan? Apa yang termasuk sebagai makanan ultra-proses? Makanan ultra-proses dibuat dengan menggunakan metode pengolahan industri dan mengandung bahan-bahan yang biasanya tidak akan kita temukan di dapur rumah kita. Metode pengolahan yang digunakan dapat mencakup ekstrusi, pencetakan, modifikasi kimiawi, dan hidrogenasi yang dapat mengubah lemak tak jenuh cair menjadi bentuk yang lebih padat. Namun, produsen tidak perlu mencantumkan proses pengolahan makanan pada label, sehingga sulit untuk mengidentifikasi makanan ultra-proses. Tempat terbaik untuk memulai adalah daftar bahan makanan. Ada dua jenis bahan yang mengklasifikasikan makanan ultra-proses bahan makanan industri dan bahan tambahan kosmetik. Zat makanan termasuk versi olahan dari protein dan serat seperti bubuk whey atau inulin, maltodekstrin karbohidrat yang diproses secara intensif, sirup fruktosa atau glukosa, dan minyak terhidrogenasi. Bahan tambahan kosmetik digunakan untuk meningkatkan tekstur, rasa, atau warna makanan. Mereka membuat makanan ultra-proses menjadi lebih menarik dan sangat lezat berkontribusi pada konsumsi berlebihan. Contohnya adalah pewarna dan perasa termasuk yang terdaftar sebagai āalamiā, pemanis non-kalori termasuk stevia, penguat rasa seperti ekstrak ragi dan MSG, serta pengental dan pengemulsi yang mengubah tekstur makanan. 8 makanan yang mungkin tidak kamu sadari adalah makanan ultra-proses Ultra-proses bukan hanya nama lain dari sampah - meskipun makanan seperti minuman ringan, kembang gula, dan keripik adalah ultra-proses. Ada banyak makanan kemasan yang biasanya kita anggap sehat ternyata merupakan makanan ultra-proses. 1. Sereal sarapan pagi Banyak sereal dan minuman sarapan yang dipasarkan sebagai makanan sehat adalah makanan yang ultra-proses. Mereka dapat mengandung maltodekstrin, protein dan serat olahan, serta pewarna. Gandum, di sisi lain, hanya mengandung satu bahan gandum! 2. Protein dan muesli batangan dan bola-bola Terlepas dari promosi sensasional sehat, banyak dari makanan ini adalah makanan ultra-proses, mengandung serat dan protein olahan, gula invert gula yang dimodifikasi melalui proses industri dan pemanis non-kalori. 3. Produk susuā nabati Banyak produk susu alternatif mengandung pengemulsi, getah nabati, dan perasa. Tidak semua merek diproses secara ultra-proses, jadi periksalah daftar bahannya. Beberapa susu kedelai hanya mengandung air, kedelai, minyak dan garam. Beberapa makanan ultra-proses mudah dikenali. Tapi yang lainnya tampak cukup sehat. Shutterstock 4. Roti Beberapa roti kemasan mengandung pengemulsi dan pati yang dimodifikasi pati yang diubah melalui metode industri dan getah sayuran - biasanya berupa roti yang dibungkus plastik, diiris, dan lebih murah. Sebaliknya, roti segar dari toko roti jarang sekali mengalami pengolahan ultra-proses. 5. Yogurt Yogurt dengan rasa sering kali mengandung bahan tambahan seperti pengental, pemanis non-kalori, atau perasa. Pilihlah yogurt tawar sebagai gantinya. 6. Bumbu dan saus makanan Saus pasta dan tumisan yang sudah jadi biasanya mengandung bahan-bahan seperti pengental, penambah rasa dan pewarna. Tapi saus sederhana dapat Anda buat di rumah dengan bahan-bahan seperti tomat kalengan, sayuran, bawang putih, dan rempah-rempah yang diproses secara minimal. 7. Daging olahan Daging dingin dalam kemasan mungkin mengandung pengemulsi, pati yang dimodifikasi, pengental, dan serat tambahan - menjadikannya makanan ultra-proses. Gantilah daging olahan dalam kemasan dengan alternatif lain seperti daging panggang dingin atau ayam. 8. Margarin Cara pembuatan margarin dan olesan non-susu dengan menghidrogenasi minyak nabati dan zat tambahan yang dikandungnya, seperti pengemulsi dan pewarna, menjadikannya makanan ultra-proses - tidak seperti mentega yang pada dasarnya adalah krim dan sedikit garam. Makanan ultra-proses mendominasi rak-rak supermarket. Tapi ada baiknya kita memeriksa daftar bahannya. Shutterstock Tapi apakah semua makanan ultra-proses itu buruk? Beberapa jenis makanan ultra-proses mungkin terlihat lebih sehat daripada yang lain karena mengandung lebih sedikit bahan industri atau lebih rendah gula. Namun, hal ini belum tentu kurang berbahaya bagi kesehatan kita. Kita tahu bahwa orang Australia mengonsumsi hingga 42% energi mereka dari makanan ultra-proses dan efek kumulatif dari bahan-bahan industri pada keseluruhan makanan tidak diketahui. Selain itu, ketika kita mengonsumsi makanan ultra-proses, kita mungkin akan menggantikan makanan segar yang bergizi dari menu makanan kita. Jadi, mengurangi makanan ultra-proses sebanyak mungkin adalah cara untuk beralih ke pola makan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Meskipun tidak lengkap, ada data online yang menilai produk tertentu untuk memandu pilihan makanan. Supermarket didominasi oleh makanan ultra-proses sehingga sulit untuk menghindarinya sama sekali. Dan terkadang pilihan dibatasi oleh ketersediaan, alergi atau intoleransi makanan. Kita semua dapat membuat perubahan positif pada pola makan kita dengan memilih lebih sedikit makanan olahan. Tapi pemerintah juga dapat membuat peraturan untuk membuat makanan yang diproses secara minimal lebih tersedia dan terjangka, sekaligus mencegah pembelian dan konsumsi makanan utra-proses. Demetrius Adyatma Pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris