Wajib bagi setiap pelajar, bersungguh-sungguh, terus menerus, dan komitmen, tidak berhenti hingga tujuan dalam menuntut ilmu tercapai. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Maryam: 12 yang artinya, “Wahai Yahya, ambillah kitab (itu) dengan kuat”, dan dalam QS Al Ankabut: 69 yang artinya, “Dan orang-orang berjuang, untuk mencari keridhaan Generasi ulul albab mampu menjadikan ilmu pengetahuan yang dimiliki sebagai alat untuk mencari karunia sebanyak-banyaknya (khairan katsiran) dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk kebaikan umat manusia, bukan untuk menimbulkan kerusakan dan kebinasaan. Bersedia menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang dimilikinya dalam rangka membimbing, membina 17. Kesungguhan merupakan salah satu kunci sukses untuk meraih sesuatu, begitu juga dalam menuntut ilmu. Contoh sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu seperti pernyataan di bawah ini, kecuali . A. mengulang pelajaran yang sudah dipelajari B. membaca berulang-ulang hingga paham dan hafal C. mencatat dengan baik hal-hal yang dijelaskan oleh guru Oleh karena itu bersungguh-sungguhlah dalam menjaga niat. Karena pasti dan kita memastikan bahwa setiap kita akan diuji tentang niat-niaat kita. Dan semakin lama kita menuntut ilmu, semakin besar godaan untuk tidak ikhlas kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan ini sudah terbukti. Sufyan Ats-Tsauri yang mengatakan: bersungguh-sungguh dalam berdo‟a, menghadirkan hati dan meyakini doaya dikabulkan.20 5) Adab Menuntut Ilmu Menuntut ilmu atau belajar di sekolah harus mentaati aturan yang sudah dibuat di sekolah atau madrasah. Selain itu hendaknya sebagai siswa harus menghormati guru, berteman dengan guru, Keenam Sabar, Ketujuh Jujur dan Amanah, Kedelapan Menyebarkan Ilmu dan Menyampaikannya, Kesembilan Berpegang Teguh kepada Al-Qur’an dan Asu-Sunnah, Kesepuluh Zuhud, Keseblas Bersungguh-Sungguh dalam Menuntut Ilmu. Selanjutnya, Sifat yang Wajib dijauhi Penuntut Ilmu dalam Perspektif Islam sehingga terlepas dari perbuatan yang tercelah, Banyak penuntut ilmu yang mengaku dirinya sebagai penuntut ilmu, tapi tidak mengetahui tata caranya. Sudahkah mereka bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu?, atau mereka hanya menuntut ilmu semena-mena saja?. Banyak tata cara untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, karena menuntut ilmu tidak dapat didapat dengan santai atau bermalas-malasan. Peneliti ini bertujuan untuk menghasilkan konsep tentang akhlak peserta didik dalam menuntut ilmu: sebuah pemikiran reflektif KH. Hasyim Asy’ari dalam Pendidikan Islam. 1. Bersungguh-sungguh dalam Mempelajari Ilmu. Setiap muslim harus memiliki tekad yang kuat dalam menuntut ilmu. Mempelajari ilmu bukanlah sekedar untuk memenuhi kewajiban, tetapi sebagai bagian dari ibadah. Oleh karena itu, setiap muslim harus mempelajari ilmu dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh. 2. Ada banyak syair Imam Syafii tentang ilmu yang tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Di antara syair-syair Imam Syafii tentang ilmu tersebut, yaitu: 1. Syair Tentang Ahli Fiqih Sejati. Di dalam syairnya, Imam Syafii menyebutkan bahwa: Ahli fiqih sejati adalah orang yang mengerti hukum sekaligus melaksanakannya. 8qPBy.